
Jagung merupakan salah satu komoditas hasil pertanian di Kabupaten Bojonegoro. Ada dua varietas jagung yang di budidayakan petani di Kabupaten Bojonegoro, terutama di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas. Yang lebih digemari konsumen adalah jenis jagung manis. Jagung manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) adalah jenis jagung yang dikenal dengan rasa manisnya, terutama ketika dipanen muda di hari ke-70.

Di Bojonegoro, jagung bukan satu-satunya komoditas bagi masyarakat. Bonggol jagung nya diolah menjadi pakan ternak kering untuk ruminansia, daun dan batang nya diolah juga menjadi pakan ternak basah, dan rambut jagung nya diolah menjadi minuman tradisional. Adib Nurdiyanto, M.Pd selaku anggota DPC HKTI Bojonegoro mengajak banyak petani untuk memanfaatkan rambut jagung ini sebagai bahan baku minuman segar. Adapun minuman ini bisa dijual sebagai produk UMKM yang nanti nya bisa menambah penghasilan keluarga petani. Erma Lora Yusiana, salah satu putri dari petani jagung bahkan tidak menyangka bahwa rambut jagung bisa dimanfaatkan menjadi minuman segar. Selanjutnya mahasiswi Unugiri ini akan mengolah rambut jagung ini sebagai minuman dan menjual minuman ini dalam skala usaha kecil sebagai pelaku UMKM yang tergabung di dalam Creative Economy Center (CEC).
Adib memperkenalkan minuman ini dengan nama wedang raja (rambut jagung). Minuman ini secara tradisional, dipercaya untuk membantu mengatasi masalah saluran kemih, membantu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan ginjal, dan melancarkan pencernaan.
Umi Zumrothin, SH selaku pengurus DPC HKTI Bojonegoro menyampaikan bahwa warna wedang raja ini cerah dan menarik, rasanya yang tidak pahit tentu menjadi keunggulan minuman ini bagi segmen konsumen usia remaja. Ibu kades Purwosari ini juga berharap Adib bisa menjadi contoh dan penyemangat bagi pemuda-pemudi desa yg lain untuk bisa berkarya di bidang produk olahan hasil pertanian.