Yang paling berbahaya bukan ketika kemaksiatan terjadi, tetapi ketika kemaksiatan berhenti dianggap sebagai kemaksiatan. Saat dosa besar sudah tidak dianggap sebagai dosa besar, penyimpangan disebut “keberagaman”, dan kritik terhadapnya dicap sebagai intoleransi.

Maraknya perilaku LGBT di Indonesia bukan sekadar persoalan pilihan hidup individu, tetapi juga menjadi tantangan moral, budaya, dan nilai yang memerlukan perhatian serius semua pihak. Di tengah derasnya arus globalisasi dan kampanye normalisasi di berbagai komunitas dan media, masyarakat perlu memiliki ketegasan dalam menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan etika yang telah menjadi fondasi kehidupan bangsa.

Coba lihat alam. Ayam jantan mencari ayam betina. Singa jantan mencari singa betina. Burung jantan membuat sarang untuk menarik burung betina. Alam berjalan sesuai fitrahnya. Ironisnya, justru manusia yang diberi akal untuk berfikir merasa perlu mengubah fitrah yang telah Allah tetapkan.

Islam mengajarkan untuk menghormati setiap manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, namun penghormatan kepada manusia tidak berarti membenarkan setiap perilaku yang salah.

Al-Qur’an mengabadikan kisah kaum Nabi Luth bukan sekadar sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai pelajaran bagi setiap zaman agar manusia tidak melampaui batas.

Allah Swt. berfirman:

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk memenuhi nafsumu, bukan kepada perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 81).

Jika hari ini kita takut menyebut dosa sebagai dosa, jangan heran apabila kelak anak cucu kita tidak lagi mengenal fitrah. Sebab, sebuah peradaban tidak hanya rusak karena maksiat, tetapi juga karena kebenaran dibungkam dan kemungkaran dinormalisasi.

“Ketika kebatilan terus dinormalisasi dan kebenaran tidak terus disuarakan, maka diam bukan lagi pilihan, karena generasi yang lahir setelah kita akan mewarisi apa yang hari ini kita biarkan. Mari suarakan kebenaran, Tolak perilaku penyimpangan.”

By Ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *