Duda Timur, mewakili Duta Kabupaten Karangasem, telah menunjukkan kualitas dirinya di bidang seni.
Kami tidak hanya tampil, kami mendobrak sejarah dalam Pesta Kesenian Bali.

Prestasi ini adalah bukti, bahwa dana bukanlah satu-satunya ukuran untuk menghitung seni.
Karena seni butuh ketulusan, keikhlasan, dan ada kemauan.
Seni terlalu suci untuk dibelenggu materi. Ia sulit dinilai dengan uang.

Atas capaian luar biasa ini, perkenankan kami menghaturkan
Ribuan Terima Kasih :

Kepada “Seka Lengka Svara” beserta para pelatih yang tak kenal lelah,mencurahkan seluruh idenya.
Jro Mang monot, jro km adi manuaba, Taksu Bali Bandem, Madulingga, suara utama Gong Bali
Kepada para Donatur atas dukungan moral dan materilnya.
Kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem
Kepada Pemerintah Kecamatan Selat
Kepada Desa Duda Timur beserta seluruh Perangkat Desa
Kepada Babin dan Babinsa
Kepada BPD lan LPM,
Kepada Yang Mulia Jro Bendesa Duda, Jro Bendesa Pateh, Jro Bendesa Putung
Kepada Angga SatGas Dutim
Dan yang paling luar biasa, kepada seluruh Panitia yang siang malam,hujan panas tak menyerah dimentori oleh Gung Cak. Begitu juga Dukungan masyarakat Duda timur dan para pendukung yg tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Tiada kata yang dapat terucap selain Matur suksma dan terima kasih yang tak terhingga.
Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa membalas semua kebaikan dengan berlipat ganda.
Rahayu▪︎▪︎▪︎▪︎

Ke Pasar membeli benang,
Jangan lupa beli juga sutra,,,
Prestasi yang kami raih sekarang,
Tak lepas dari doa dan jasa Anda….

Burung nuri hinggap di dahan,
Terbang rendah mencari makan,,,,
Dari hati paling dalam,
Terima kasih kami ucapkan….

Buah manggis buah duku,
Dikupas manis rasanya,,,,
Bantuan moral dan materi Bapak/Ibu,
Menjadi kekuatan bagi kami semua…

Sekali lagi suksma,
Kepada Seka Lengka Svara, para pelatih, Donatur, Pemerintah Kab. Karangasem, Kec. Selat, Desa Duda Timur, Perangkat, Babin, Babinsa, Jro Bendesa Duda, Pateh, Putung, dan seluruh Panitia yang dimentori Gung Cak.

Duda Timur telah membuktikan :
Seni hidup karena tulus, bukan karena besarnya dana.

PRATICAYA
Pantulan Jiwa, Pemuliaan Atma

Bagaimana jika sosok yang selama ini dikenal sebagai lambang angkara, justru dipuja sebagai pelindung dan sumber keseimbangan hidup ?

Di Banjar Wates Tengah, Desa Duda Timur, Rahwana tidak dimaknai sebagai tokoh antagonis semata dalam epos Ramayana. Beliau hadir sebagai manifestasi Saguna Brahman yang diyakini sebagai Bhatara Sakti Rahwana. Dalam keyakinan masyarakat, beliau adalah pelindung, pemersatu, dan penjaga harmoni kehidupan.

Melalui konsep Atma Kerti, Rahwana tidak hanya tentang amarah dan ambisi. Beliau juga tentang keberanian, kecerdasan, dan kesadaran jiwa. Karena tidak semua yang tampak gelap lahir untuk menghancurkan. Ada yang hadir untuk mengajarkan manusia memahami, mengendalikan, dan menyucikan dirinya.

Praticaya dimaknai sebagai pantulan jiwa dan bentuk pemuliaan terhadap Bhatara Sakti Rahwana sebagai manifestasi Ketuhanan. Gagasan ini diwujudkan lewat komposisi Baleganjur yang bertumpu pada dominasi pola ketukan sepuluh, diolah secara kolotomik, dipadukan dengan struktur poliritme dan politempo.

Bilangan sepuluh milik Dasamuka adalah simbol kecerdasan paripurna. Maka setiap hitungan ke-10 dibedakan dengan aksen dan melodi yang tegas. Jalinan melodi mengalir deras, ditopang tumpuan ritmis kendang dan cengceng yang progresif. Seluruhnya membangun atmosfer agung dan heroik, merepresentasikan kegagahan, kecerdasan, dan ketajaman batin Rahwana sebagai bhakta Dewa Brahma dan Dewa Siwa.

Pada akhirnya, Praticayamenjadi simbol perjalanan Atma Kerti : proses pemuliaan atma menuju kesempurnaan jiwa. Refleksi ini menyadarkan bahwa kekuatan dalam diri manusia, ketika disucikan melalui bhakti dan pengendalian diri, akan menjelma menjadi cahaya kesadaran tertinggi.

Dengan demikian, Dasa Muka bukan hanya simbol kekuatan. Ia adalah representasi kecerdasan paripurna, harmoni batin, dan penyatuan jiwa manusia dengan nilai-nilai Ketuhanan.

SUSUNAN KREASI
Komposer : I Komang Tri Sandyasa Putra, S.Sn.
Koreografer : I Komang Adi Pranata, S.Pd., M.Sn
Konseptor : Pasek Agung Wicaksana, S.Ag
Pembina : I Wayan Wira Arimbawa, S.Sn., M.Sn
Penata Kostum : Madulingga
Penasehat : Guru Pandu Prapanca Lagosa, S.H., M.H
Penanggung Jawab :
Dr. I Gede Pawana, S.Ag., M.Fil.H
I Komang sujana S.Ag
Penyaji : Sekaa Baleganjur Lengka Swara, Br. Dinas Wates Tengah, Desa Duda Timur, Kec. Selat
Didukung oleh : Desa Adat Duda

#Ggp

#DutaKarangasem

SUSUNAN KREASI

Komposer: I Komang Tri Sandyasa Putra, S.Sn.

Koreografer: I Komang Adi Pranata, S.Pd., M.Sn

Konseptor: Pasek Agung Wicaksana,

S.Ag

Pembina : I Wayan Wira Arimbawa,

S.Sn., M.Sn

Penata Kostum : Madulingga

Penasehat: Guru Pandu Prapanca

Lagosa, S.H., Μ.Η

Penanggung Jawab :

Dr. I Gede Pawana, S.Ag., M.Fil.H

I Komang sujana S.Ag

Penyaji: Sekaa Baleganjur Lengka

Swara, Br. Dinas Wates Tengah, Desa

Duda Timur, Kec. Selat

Didukung oleh : Desa Adat Duda

Matur suksma. Rahayu

#Ggp

#Dutakabupatenkarangasem

By Ari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *