
Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Muhammad Aqil Nuruz Zaman, menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Kementerian Perdagangan RI terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemanfaatan produk Putri dalam program tersebut.
IPNU menekankan agar pelaksanaan program lebih berpihak pada pengusaha lokal Indonesia. Dengan begitu, anggaran negara dapat berputar di dalam negeri melalui penggunaan produk buatan Indonesia, baik dari segi bahan baku, proses produksi, hingga pencetakan.
Selain itu, IPNU menegaskan pentingnya jaminan mutu, keamanan, kesehatan, dan kehalalan produk yang digunakan. “Lebih dari 80 persen penduduk Indonesia adalah muslim, sehingga aspek kehalalan harus menjadi perhatian utama, selain kualitas dan keselamatan produk,” ujar Aqil.
Ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap produk impor. Menurutnya, faktor keselamatan dan kepastian mutu harus dipastikan melalui proses uji laboratorium dan sertifikasi SNI. “Kita perlu memastikan bahan yang digunakan, termasuk pada proses produksi, benar-benar aman, halal, dan sesuai standar. Misalnya, penggunaan pelumas dalam proses pencetakan produk yang dikhawatirkan mengandung minyak hewani dari babi, harus diteliti secara menyeluruh,” tambahnya.
IPNU menegaskan, rekomendasi ini dimaksudkan sebagai dorongan agar pemerintah lebih memprioritaskan produk dalam negeri sekaligus memastikan produk yang masuk dalam program MBG memenuhi aspek keamanan, kesehatan, dan kehalalan.